Menyusuri Secuil ASEAN !!

Kutinggalkan decak kagum untuk negara-negara ini. ASEAN is Paradise !

This is the Way I love Being a Backpacker !

Ber-backpacking menguji kita banyak hal, mandiri, terbuka dan berani.

Rindu Kota Sultan, Yogyakarta!

Berpetualang (lagi) di Kota yang sarat akan Tradisi nya, Yogyakarta

Welcome In Thailand (Part 1) - Sehari Di Bangkok

Pengalaman Pertama Pergi Ke Luar Negeri, Gratis !

10 Juli 2012

Welcome to Thailand (Part 04) - Semarak TVET 2012 Songkhla



     Kami check out dari Rama Yala Hotel menuju provinsi Songkhla. Disana aka n ada kegiatan seru yang dinamakan TVET, sebuah acara untuk memperkuat hubungan internasional untuk Thailand atau Indonesia. Tahun lalu TVET nih diadakan di Jogja, dan kali ini akan diselenggakarakn di Songkhla. Dalam rangka memenuhi undangan TVET 2012 yang akan terbagi jadi beberapa sesi seperti lomba desain web, pertunjukan budaya dan masi banyak lagi nih... tapi sayangnya kita dapat berita tentang keberadaan TVET nih mendadak banget, berita yang disampaikan 3 hari sebelum Hari-H rasanya pendek banget buat ngerjain tugas web desain dan talent show yang bejibun, akhirnya dengan modal Bonek (Cuma selesai setengah aja) kita berangkat ke Songkhla pakai mobil Raman College. Banyak juga yah yang ikut hadir dalam acara tahunan ini, sekitar 300 orang dari Thailand dan Indonesia hadir dalam event ini, waktu kita sarapan ditengah perjalanan pun saya banyak menemui orang orang yang berbaju sama seperti yang kita pake. Ada yang datang dari Denpasar, Malang, Jepara, Surabaya (Cuma kita doank), Depok, Kalasan dll. Semua bakal berkumpul dalam 1 Resort bernama Head Kheaw. (Bakalan Menarik nih :D !!)

     Haad Kheaw Resort adalah resort yang bias dibilang megah dan eksotis. Saat kita datang kesini pukul 07.15 Pagi, Resort ini terlihat apik dengan tatanan kolam renang, Hi-Class Restaurant, Exhebition room yang banyak, serta yang paling special bagi saya adalah karena letak resort ini yang bersebelahan dengan pantai Haad Kheaw, :D gilaaaa…… pengen berenang rasanya (sabar, ka !! belum waktunya..). pertamakali kita dating di event ini, kita disambit (eh, disambut) sama cewek berpakaian tradisional Thailand yang canteekk banget, dengan make up yang matching, selendang menjulur kebawah, mahkota candi yang biasanya kita lihat di Bangkok tuh.. ! setelah isi absen, kita “wajib” foto sama perempuan berpakaian tradisional ini nih, kapan lagi bias foto sama baju tradisional asli Thailand, bukan? (Ingat ! BAJU, bukan perempuan !! J ) .

     Next, kemudian kita dipersilahkan masuk menuju exhibition hall disebelah loket registrasi. And you know what? INI PERTAMA KALINYA GUE NGELIHAT 10 BENDERA ASEAN DALAM 1 RUANGAN !!!. Bendera Thailand, Singapore, Malaysia, Brunei, Indonesia, Philiphines, Vietnam, Cambodia, Mnyanmar, Laos dan tak ketinggalan bendera ASEAN digantung dalam stage. Sumpah disini suasana Internasional kerasa banget. Banyak bahasa yang dipake di acara ini (Thai, Malay, Indonesian, English) yang menambah kesan kalo saya orang penting yang dipanggil untuk tugas mulia di ASEAN haha :D -> Efek kecapekan nulis blog. Semua delegasi hadir dan duduk bersama waktu acara dimulai pukul 08.00 pagi waktu setempat. Selain delegasi Indonesia – Thailand, Event ini juga dihadiri oleh ketua asosiasi universitas perbatasan selatan, menteri pendidikan Thailand, Kepala sekolah dari beberapa universitas di Thailand selatan dan beberapa tamu penting lainya yang tidak bias saya sebutkan satu persatu.

     Acara ini dibuka oleh pimpinan delegasi kedua Negara sembari menjelaskan kalo TVET Camp 2012 ini adalah event tahunan yang ke-empat. Sudah diselenggarakan sejak tahun 2010 di kedua Negara baik Indonesia ato Thailand. Event ini (katanya) bias mensupport metode dan teknik edukasi kepada setiap delegasi, yang menjadi standar perkembangan sebuah Negara. Mereka juga mempunyai ASEAN Community yang berfungsi untuk meningkatkan intelejensi dan skill dari delegasi ASEAN, mengenalkan masing masing budaya Negara kepada komunitas ASEAN global, serta mendukung adanya integrasi ASEAN pada tahun 2015 yang menandakan bahwa kita sudah siap untuk menyambut ASEAN integration 2015. Ini travelling ato bahas politik ya -__-

     Setelah acara dibuka, kita dipersilahkan buat check in di Resort untuk rehat sejenak (15 Minit). Karena pada jam 1 Siang bakal diadakan lomba web desain, kita setengah mati pusing banget karena desain web kita masih amburadul banget. Ga ada isi nya, banner nya salah dll… kalo dibandingkan sama desain sekolah lain (animasi, video, integrasi script dll) jadi minder L. Mungkin anda tidak bias merasakan bagaimana rasanya bekerja dalam waktu 2 jam mulai dari 0 tanpa koneksi internet, itulah yang saya/kita alami pada jam 1 Siang saat lomba web desain dimulai. Kalang kabut mencari koneksi internet tapi tak dapat dapat juga. Akhirnya dengan pasrah kita diinterview oleh juri apa adanya. “Mana Konten Website nya?” “Ini saya buat kosong supaya anda bias memilih sendiri konten website. Jadi anda bebas memilih konten web sesuai keinginan tanpa ada isi yang keluar tanpa perizinan anda” WOOH jawaban yang ngawur sekali tapi logis :D.

     Setelah “Berbingung ria” di dalam exhibition hall, kita rehat lagi di kamar masing masing (ya iyalah masa di kamar orang laen -_-) untuk melanjutkan kegiatan Sport Activity pada pukul 3 sore. Sport activity disini tuh kegiatan untuk mengisi waktu sore. Ada banyak kegiatan yang diadakan di sebelah Haad Kheaw resort, yaitu Haad Kheaw Beach. Diantaranya lomba ketangkasan, volley pantai, renang dan you cando everything in this beach ! memang tak sebagus pantai Lovina Bali atau Pantai Parangtritis Jogja. Tapi “Suasana” nya itu loh Thailand banget.

     Puas bermain dipantai (belum puas sih sebenarnya, Cuma karena panas banget harus di-stop dulu) kita istirahat lagi untuk acara malam hari yaitu pertunjukan seni budaya antar kedua Negara. Acara yang juga dibarengi dengan gala dinner ini berlangsung sangat meriah. Atraksi budaya seperti tarian kecak, tari melayu, tari topeng, kolaborasi nyanyian antar Negara, dan seni suara yang ditampilkan delegasi Indonesia dan Thailand sangat menarik perhatian hadirin didalam gedung, terutama saya yang malah membiarkan makan malam saya tergeletak di meja untuk maju kedepan, termenung sambil jongkok sambil bertasbih “subhanallah” melihat atraksi budaya mereka… sumpah bagus banget (jadi terharu pas nulis ini, haha). Dari cara mereka ngenalin budaya Indonesia / Thailand, kostum eksentrik, PeDe, Make Up dll… THIS IS TVET 2012 men !! keep it up :D next morning bakalan jadi giliran saya untuk maju dipanggung itu… (mau nampilin apa?) gatau maju aja -_- haha.

    Setelah pentas budaya usai, kami kembali ke hotel untuk rehat sampai besok pagi, tapi malam ini kami harus lembur untuk ngerjain project web desain yang belum kelar, alhasil sampai jam 1 malam kita melek terusss…. Demi Indonesia apa sih yang ga aku korbankan. WHOO kata katanya ndewo !!.

PENGELUARAN HARI KE 7
  1. Yala Rama Hotel : THB 0
  2. Haad Kheaw Resort : THB 0
TOTAL : THB 0

     Hari berikutnya adalah Tour day, dimana kita bebas berkeliling dengan sekolah partner di sekitar distrik Songkhla. Setelah berkemas kita menuju destinasi pertama yaitu Folklore Museum(The Thaksin Folklore Museum dari Institut Pembelajaran Thailand bagian selatan, Tambon Koh Yoh, Distrik Muang, Provinsi Songkhla. Adalah museum bersejarah yang menggambarkan refleksi dan tradisi hidup ras dan suku yang ada di Thailand (khususnya di bagian selatan) termasuk kostum, sejarah, arkeologi, kerajinan tangan dan masi banyak lagi. Tempat ini menyediakan warisan budaya yang menampilkan kebebasan berbudaya masyarakat daerah Thailand selatan. Folklore museum menyimpan lebih dari 49.000 artefak dalam berbagai kategori (banyak banget..!!) seperti koleksi audio, koleksi visual, Video dan berbagai koleksi lainya.. Dengan mengunjungi museum ini nih, kita jadi tau banyak tentang sejarah tradisi masyarakat Songkhla. Museum diatur menyerupai beberapa bangunan tingkat dengan rute yang panjaangg banget, ada ditata sedemikian rupa menyerupai habitat asli nenek moyang terdahulu, ada etalase tempat pameran benda benda purba, diorama dan masih banyak lagi. Di lantai 2 gedung ini, kita bias melihat salah satu view dari Songkhla yang sangat indah. Saya jadi berfikir, kapan Museum Tugu pahlawan atau Mpu Tantular bisa macam museum ini ?

     Dari melihat sejarah barusan, kita bias mabil kesimpulan kalo ras Indonesia dan Thailand bagian selatan punya banyak kesamaan, mereka punya batik, keris, anyaman bamboo, rumah tradisional dari jerami, serta gerabah yang juga banyak ditemukan di Indonesia. Bagi yang mau melihat sejarah rakyat Songkhla, Museum folklore saya rekomendasikan sekali. Harga tiket masuk sekita 10-20 Baht (Untuk Turis Lokal) dan 50-100 Baht (Untuk Turis Asing) . NB : 1 Baht = 300 Rupiah

     Nah, perjalanan sekarang dilanjutkan ke pantai Samila, Songkhla terkenal dengan pantainya yang cantik. Air lautnya cukup jernih. Damai terasa ditiup angin Pantai Samila yang dikunjungi ribuan turis local/mancanegara setiap hari. Walaupun tidak sebagus pantai Kuta/Parangtritis/Nusa Dua/Sanur dll (karena disini pasir pantainya terkesan tidak alami, pasir dikeruk agar landai, banyak karung pemecah ombak yang ditanam di bibir pantai), namun disini banyak fasilitas yang disiapkan pemerintah untuk membuat pengunjung merasa nyaman berlama-lama disini. Seperti gazebo, penyewaan tikar untuk picnic, banana boat, toilet umum (berbayar :P), serta pohon pohon teduh. Kami menghabiskan waktu beberapa jam untuk bersantai di nih pantai. Saat makan siang, kita didatangi penjual makanan asli Thailand (Nama makanan nya Khrai-Songkhra) à telur yang dilubangi, dicampur dengan adonan lain, kemudian dimasukan lagi. Rasanya enak banget (dan murah, hehe).

     Oh iya, disini juga ada permainan banana boat yang katanya memacu adrenali banget, karena belum pernah naik mainan gila ini, saya memberanikan diri untuk mencoba satu kali (kayak nya asyik :D) bersama teman partnership dari Thailand dan Indonesia. Dengan 800 Baht (Rp.240.000) selama 30 Menit, kita di seret dengan speed boat dengan kecepatan tinggi menuju tengah pantai (GILAA !! 3 kali kita jatoh ke tengah pantai dengan kedalaman air 3+ meter, untung ada jaket pelampung, jadi bisa mengambang). Banana Boat ini saat melaju kencang dengan goncangan yang keras membuat saya berkata dalam hati “mampus gue !! -_-“ sambil nyebut nyebut kalimat syahadat kita terus melaju kencang (dan terus jatuh) selama setengah jam itu. Rasanya pas jatuh itu sakit, perut tertekan, hidung kemasukan air, suara serak dan masi banyak efek lainya. Yang paling buruk, contact lense saya copot waktu jatuh ke laut (gapapa deh, hitung hitung meninggalkan “Jejak” di Thailand) … tapi entah kenapa, lain kali saya mau coba banana boat lagi, haha.

     Selepas bermain permainan gila ini, kita punya inisiatif untuk mengumpulkan berbagai model kerang laut dan dimasukan kedalam botol plastik. Kerang kerang disini banyak ditemukan di dekat bibir pantai jadi mudah untuk mencarinya. Alhasil kita ngumpulin kerang bisa abis 2 botol. Selepas itu kita mau bilas badan untuk melanjutkan ke trip berikutnya..

     Sialnya disini, tempat bilas badan yang kita tuju sangat “Indonesia Banget”. Mandi di pinggir jalan dengan gayung/ciduk à bahasa jawa, dilihat pengendara yang berlalu lalang di jalan, bayar 10 baht per orang, serta yang paling heboh tuh pas toilet cewe DIGABUNG sama toilet cowo, rasakan sensasi mandi bersama dalam satu toilet (bukan satu kamar mandi loh) !! Cuma ada di Thailand… (apaan, di Indonesia juga ada kok -_-) tapi sebagai muslim yang baik, kita mandi secara bergantian agar ga melihat aurat yang lainya. Contoh kami ya :D

     Selesai berbilas diri dan berkemas, packing barang barang, kita lanjutkan perjalanan melihat “The Golden Mermaid” di dekat pantai Samila (atau masih satu kawasan dengan Pantai Samila, saya kurang tahu). Di daerah ini ada satu patung berbentuk ikan duyung cewe setengah manusia yang dibangun diatas karang setinggi hamper 1 meter. Kenapa disebut “The golden Mermaid” ? karena cat yang melapisi patung ini adalah warna kuning keemasan, dan bukan terbuat dari emas ! kalo dari emas mah udah ilang nih patung sejak dulu ! hehe. The golden mermaid ini juga merupakan lambang atau ikon Provinsi/Distrik Songkhla Thailand. Ini dibuktikan dengan adanya penjual souvenir berupa miniatur The Golden Mermaid (murah banget, Cuma 20 Baht (Rp.6000) per satu unit). Wah, wajah ibu-ibu yang menjual nih souvenir langsung berbinar karena barangnya diborong semua sama delegasi Indonesia, haha.

     Pukul 16.30 sore, kita kembali ke Haad Khaew Resort untuk beristirahat serta melanjutkan rangkaian acara TVET CAMP 2012, saya kepikiran sama kerang kerang yang tadi saya kumpulkan sama teman teman, mau diapakan nih kerang? Dibawa ke Indonesia buat apa? Kalo dibiarkan di botol nanti mati karena ga ada oksigen, dipindah ke tempat lain juga kalo dibawa ke Indonesia buat apa? (malah mbulet ceritanya :D). akhirnya saya berinisiatif untuk melepas nih kerang ke pantai persis di debelah resort ini. Dan untungnya karena saya ke pantai ini pada saat moment sunset, langit benar benar indah dilihat (warnanya biru-kuning) wah, berkat lepasin nih kerang saya bisa berfoto dengan backgroundsunset yang bagus banget… J

     Malam harinya, diadakan acara pertunjukan budaya antara delegasi Thailand dan Indonesia. Ada yang menampilkan tarian, seni suara, music dan banyak lagi. Saat saya nembang lagu Lingsir Wengi dan tembang gambuh, penonton terdiam semua (mungkin karena jelek atau malah tercengang :P) diiringi oleh lagu rek ayo rek asal Kota Surabaya, membuat suasana malam itu jadi hidup. Apresiasi yang ditunjukkan kedua Negara sangat besar alhasil kami jadi semangat (atau malah overspririt) menarikan dan menyanyikan budaya Indonesia, patutlah kita bangga memiliki budaya macam ini :D

     Akhirnya setelah jam 10 malam acara ini usai dan meninggalkan pengalaman yang sangat berharga bagi kami bawa pulang ke Indonesia…

PENGELUARAN HARI KE 8
  1. Folklore Museum : THB 0
  2. \Samila Beach : THB 0
  3. The Golden Mermaid : Miniatur : Golden Mermaid (3 Buah @20 Baht) = THB 60
  4. Haad Khaew Resort : THB 0
TOTAL : THB 60

     Hari berikutnya adalah acara penutupan TVET 2012 Songkhla. Setelah menyantap beberapa breakfast, acara pun dimulai. Dimulai dari sambutan sambutan dari beberapa pimpinan yang saya lupa namanya (karena banyak). Pidato resmi penutupan TVET, serta pembahasan rencana TVET tahun depan (bisa ikut lagi gak ya :P). pada sesi pembahasan ini, delegasi thai dan indo dipisah agar penyampaian bisa lebih maksimal. Akhirnya setalah 1 jam, kesimpulan pembahasan disampaikan dan akan dipertimbangkan oleh pimpinan pusat. Acara dilanjutkan dengan pengumuman juara lomba desain website. Walaupun kita tidak mendapat juara, setidaknya kita sudah cukup senang berkumpul bersama orang orang ini ^_^ menambah banyak kenalan. Setelah itu acara ditutup dengan nyanyi lagu Indonesia (Judul : Kemesraan ini) dan lagu thai (Judul : ???) sesi ini menambah keharmonisan antar kedua Negara, bahkan ada yang sampai menangis dikala kita mau berpisah L yeah setidaknya itu yang kita alami selama berparisipasi di TVET Camp 2012 ini.

     Well, saatnya kita yang datang dari 18 sekolah berpisah. Saya/kita melanjutkan perjalanan ke Kedutaan besar RI di Songkhla, saya tidak tahu apa yang ada disana karena saya ketiduran di mobil saking capeknya nih kegiatan, jadi tidak bisa melihat gedung kedubes RI ini. Selang beberapa menit, mobil langsung melaju kencang menuju Hat-Yai, butuh kira kira waktu 2 – 3 jam untuk menuju HatYai dari Songkhla. Target destinasi kami adalah pasar tradisional di daerah Kim-Young (Soi Pra Sneha Rd. dan sekitarnya) untuk berbelanja oleh oleh. Ini nih pasar yang kita kunjungi waktu hari pertama kita di songkhla, hanya saja lokasi pasar ini disebelahnya. Mirip deh sama pasar blauran/pasar turi kalo di Surabaya, bedanya Cuma bahasa dan mata uang :D. sebenarnya ini lebih mirip Kompleks pertokoan daripada pasar… Cuma orang orang nyebtnya pasar, jadi ngikut aja J

     Puas membelanjakan Baht di pasar ini, kita makan malam di salah satu restoran dan melanjutkan perjalanan untuk Check in di Rama Yala Hotel (lagi) untuk bersiap siap menyambut hari esok karena harus balik mengajar di Raman College. Terimakasih banyak TVET 2012, berkat acara ini saya jadi punya lebih banyak koneksi dan tau banyak tentang budaya Thailand dan Indonesia. SALUUTT !

PENGELUARAN HARI KE 9
  1. Haad Khaew Resort : THB 0
  2. Pasar Kim-Young : Kaos Thailand (3 Buah @100 Baht) = THB 300
  3. Rama Yala Hotel : THB 0
TOTAL : THB 300




05 Juli 2012

Welcome In Thailand (Part 1) - Sehari Di Bangkok


     Saya Benar benar beruntung, karena banyak koneksi antar teman dan guru saya disekolah, saya jadi tahu banyak hal... termasuk saat guru saya menawari saya untuk ikut student exhange di Yala-Thailand selatan, pikir ku "Yeaahhhh... This is my time" --> soalnya sudah ikut student exchange berkali kali tapi gak lolos haha... nah kali ini saya benar benar pergi DENGAN PASPOR, jadi mulai antre di keimigrasian, ngurus tuker uang dari Rupiah Ke Baht, baju tradisional buat nari dan lain sebagainya. it was so damn difficult but fun in the end :). Pengalaman pertama keluar negeri saya bakal dimulai Tanggal 2 Juli 2012. mulai dari persiapan bahasa "dasar" thai yang huruf nya macam aksoro jowo itu saya hafalkan, tempat wisata, peta, budaya dll saya baca saking semangatnya, hari demi hari berlalu akhirnya tanggal 2 Juli pun datang (Bawaan segede koper menn -_-) dan saya beserta orang tua saya ikut menemani kepergian saya (macam mau mati ya) ke negeri gajah putih Via AirAsia Juanda International Airport, Surabaya.

     Pukul 14.00, sesaat setelah kita menunggu 4 jam di bandara, kita take off dengan AirAsia QZ XXXX tujuan Bangkok, dengan diantar bis Internal juanda ke salah satu Sirkuit pesawat. waktu take off pesawat nya macam jet coaster ya.. haha (ndeso). ya tapi begitulah, sepanjang perjalanan yang saya lihat hanya awan dan awan, tapi sumpah awalnya keren banget...kita terbang diatas awan dan diatas kita itu hitam macam di luar angkasa gitu..sialnya pada saat saat tertentu saat tekanan udara tinggi banget, gendang telinga kita sakit banget macam ditekan kedalam (dan itu sakit banget). apa ini culture schok pertama? ada juga pramugari pramugari geulis yang peragakan keselamatan penumpang dengan gerakan-gerakan hafalan tanpa ngomong apapun :D baru tau saya maklum ya... disini juga banyak orang orang dengan bahasa, ras dan aksen inggris yang berbeda, you know, international relationship sangat kental terjadi di pesawat ini. betah deh... (kuping tidak bisa ditoleransi, masih sakit sampai di bangkok -_-)
Kita di Bandara Juanda - Pesawat AirAsia Tujuan Bangkok
     Pukul 06.15 Akhirnya kita sampai di gerbang pertama kota Bangkok, Suvarnabhumi International Airport (Biasanya hanya disebut "Suvarnabhum" saja), apa yang saya rasakan? saya seperti orang dari "desa" Surabaya ke MegaCity Bangkok. ampunn bangus banget arsitektur nya, mulai dari trotoar berjalan yang selalu ada di setiap terminal, membantu banget bagi kita yang males jalan karena bawa tas berat. ada juga toko souvenir, live report (mata uang, cuaca, keadaan bandara, CCTV), pencahayaan ditata sedemikian rupa supaya kita betah berlama lama disini, rasanya bukan macam bandara tapi MegaMall Bangkok !! Juanda ga ada apa apa nya loh -_- ini saatnya pemerintah kita berkaca dari apa yang sudah dilakukan sama nih pemerintah Thai dalam menata apik kota nya.... disini banyak kejadian yang saya/kita alami, mulai dari kunci pengaman koper saya yang jebol (karena petugas imigrasi Juanda macam "membuang" koper saya, jadi rusak deh -_-), gagal dapet brosur pariwisata gratis, dan yang paling geram tuh karena luas nya Bandara ini, kita nyasar ga tau dimana, keliling keliling tak tau arah sampai akhirnya jam 07.30 barulah kita ketemu gerbang keluar menuju pusat kota setelah melewati immmigration proccess dan baggage claim di Suvarnabhumi.
Bandara Suvarnabhumi Bangkok - Kita Di Bandara Suvarnabhumi
     Satu masalah kelar, masalah lain muncul lagi, Travel Agent yang mengantar kita jalan jalan ga ketemu, akhirnya cari cari setengah jam dan ketemu juga, Travel Agent Beyond Wisata, dengan label "Mr.Lukman Sholeh, Indonesia - Guru pembimbing saya". Biro Wisata yang kita pesan ini akan mengantar kita jalan jalan keliling Kota Bangkok semalaman. Sialnya, jadwal yang tadinya jam 06.00 jadi molor hingga jam 07.45 (Waktu jalan-jalan jadi terpotong deh). yah.. daripada tidak berwisata mending telat aja ga masalah..

          Kami diantar menuju mobil dan dibawa menuju pusat kota, sekedar Info bahwa Bandara Internasional Suvarnabhumi tidak terletak di tengah kota Bangkok, tapi di sebelah tenggara kota Bangkok, dibutuhkan waktu sekitar 45-60 Menit untuk menuju ke pusat kota dengan kendaraan pribadi (kalau bis atau skytrain saya ga tau karena belum pernah coba ,hehe). Perjalanan bermula di Al-Hilal Restaurant, salah satu Rumah makan Halal (Bagi Muslim) yang ada di Bangkok. tersedia bermacam macam makanan Thai yang menurut saya, tidak beda jauh sih sama masakan Indonesia, hanya saja memang ada beberapa makanan yang tidak familiar dengan lidah, dan rasanya............ begitulah. Anehnya, di restaurant ini juga sedang diselenggarakan pesta nikah saat kami berkunjung (jadi kesan nya kita itu "numpang" makan di nikahan, haha). benar atau tidak saya tidak tahu tapi kita disana benar benar "menyatu" dengan orang asli Thai. 
Al-Hilal Halal Restaurant
SALUT : Saya beri dua jempol kepada cara petugas restaurant ini dalam melayani para tamu tamu nya. walaupun restaurant ini bukan tempat super-exclusive, tapi terdapat pelayan dengan Table manner yang ciamik (Contoh: Air di gelas habis akan diisi lagi secepatnya tanpa diminta). saya tak tahu apakah di Indonesia ada yang seperti ini di Restaurant menengah kebawah, saya hanya merasa terkesan aja.

     Lanjut perjalanan kita ke Mahanrankom Floating Market (Pasar Apung Mahanrankom). tepatnya pukul 08.30 kami diantar travel agent menuju tempat ini. Pasar apung ini sering disebut Suvarnabhumi Floating Market karena lokasinya yang dekat dengan Bandara Suvarnabhumi. tempat ini nih tempat yang bagus bagi turis yang punya jam transit pendek (dan butuh jalan jalan di sekitar Suvarnabhumi). Pasar ini buka setiap hari pukul 10 pagi hingga tengah malam. Tapi sialnya, saat kita mengunjungi tempat ini jam setengah 9, entah kenapa semua toko tokonya sudah pada beres beres, eh gila jangan ditutup dulu dong... ini ada turis dari indonesia !!! beruntung masih ada orang yang berbaik hati membuka toko nya lagi untuk kita kunjungi (mungkin kasihan melihat kita-kita yang melas, haha). didalam terdapat aneka souvenir dan makanan khas negeri gajah, maaf saya ga hafal nama namanya karena bahasa makanan nya sulit banget buat diingat. gue beri jempol buat penjual toko ini karena keahlian nya menawarkan barang, kita jadi habis 400 Baht cuma untuk beli makanan -_- (untung saya ga ikut-ikutan beli). disini tidak banyak yang bisa dilihat karena semua toko sudah tutup. hanya bisa berfoto didalam "Kota Mati" tanpa aktivitas turis dan jual-beli layaknya pasar apung. padahal kalau pagi hari atau pas buka, pemandangan nya bisa seperti ini nih : 
Mahanrankom Floating Market Pada Siang Hari
Tapi apa yang kita dapat malah pemandangan seperti ini :
Mahanrankom Floating Market Pada Malam Hari
     Memang sedikit kecewa karena besok kita sudah meninggalkan Bangkok tanpa berwisata kemana mana, jadi ceritanya kita di Bangkok ini cuma transit doang.. tak apalah yang penting sudah lihat gimana sih kota bangkok itu (dan lihat bandara Super-Suvarnabhumi). lanjut perjalanan kita ke Princess Suvarnabhumi Airport Residence. Hotel mewah dengan fasilitas lengkap yang terletak 8-10 Menit dari Bandara dan cuma beberapa langkah udah sampe Mahanrankom Floating market. fasilitasnya tergolong mewah (Seperti TV Plasma 29 Inch 83 saluran TV, shower air panas dan dingin, mini bar, Wi-fi, coffe maker, Hair dryer, kantor untuk bekerja, Smoke detector, Room Service 24 Jam, Ruangan merokok, Fitness Centre, Spa dan pijat khas Thailand, dan berbagai tipe kamar). kami merasa sangat betah tinggal disini. namun kita hanya bermalam 1 hari saja karena besok pagi harus check-out dan naik pesawat lagi untuk terbang ke Hat-Yai.
Kami di Hotel Princess Suvarnabhumi Airport Residence
PENGELUARAN HARI PERTAMA
1. Bandara Suvarnabhumi : Rp.0,-
2. Al-Hilal Restaurant : Rp.0,-
3. Princess Suvarnabhumi Hotel : Rp.0,-
TOTAL : Rp.0,-
     
     Hari Kedua, tepatnya jam 03.00 Subuh kita harus segera bangun, dan bersiap untuk check-out (pukul 04.30). disini pertama kali nya saya melihat Ladyboy alias Shemale, haha. emang beneran cerita orang orang yang pernah saya baca bahwa disini banyak laki laki yang justru lebih cantik daripada perempuan asli, tapi mereka diterima secara luas yang berarti tingkat toleransi orang orang Thailand (Khususnya Bangkok) masi sangat tinggi. oke.. kembali ke topik, kita diantar oleh seorang guide kami bernama Ms.Ayu (Orang Thailand) menuju Bandara Suvarnabumi. seperti biasa, kita menikmati rasanya berleyeh - leyeh di trotoar berjalan yang terbentang dari pintu masuk sampai ke terminal 12. Didalam terminal saya menemukan ada mesin untuk Internetan gratis selama 15 menit (lumayan bisa update status FB :D) namun jika 15 menit masih dirasa kurang, jngan khawatir karena sebenarnya kita bisa pake internet SEPUASNYA karena setelah 15 menit kita bisa pakai mesin selama 15 menit kedepan lagi, alhasil saya habis sekitar 45 menit untuk otak-atik facebook, info tentang thailand dan banyak lagi, lumayan untuk mengusir rasa bosan selama menunggu pesawat, toh?.
Saya Di Bandara Suvarnabhuni - Layanan Internet Gratis Di Suvarnabhumi
     Akhirnya pada pukul 05.45, Pesawat AirAsia FD311 tiba di Suvarnabhumi untuk mengangkut passangers menuju HatYai, Goodbye Bangkok (Kop-khun-khab, Bangkok) pasti gue bakal kesini lagi buat jelajahi kota ini lebih luas (backpacking) !!. Next part kita bakalan lanjut ke Kota HatYai, Stay tune !

Next Story : 

Welcome In Thailand (Part 2) - One Day Tour To Hatyai And Pattani

22 April 2012

Solo-Flashpacking Ke Kota Gudeg Yogyakarta

( 15 - 19 APRIL 2012 )  D.I YOGYAKARTA, INDONESIA

     Kali ini aku mau ceritain tentang pengalaman Travelling ku yang pertama ke kota gudeg, Yogyakarta. seperti yang banyak kita tau bahwa Jogja nih tempat Travelling yang murah banget, makanan dan souvernirnya terjangkau, orang orang nya ramah dan welcome, serta potensi cultural destination yang menarik. disini aku menghabiskan sekitar 5 hari untuk mengunjungi Jogja. pada awalnya rencana ini mungkin agak mendadak karena baru kepikiran sekitar 2 minggu sebelum hari H :D jadi maklum kalo jadwalnya masih diluar dugaan.

Hari Pertama, Minggu 15 Maret 2012

     Nah, kita mulai dari Stasiun Surabaya Gubeng. dari seminggu sebelum keberangkatan, aku udah pesen tiket. nama keretanya KA Sri Tanjung dengan jurusan Banyuwangi-Lempuyangan, dengan harga cuma 30.000 berangkat deh ke Jogja :). sesampainya aku di Stasiun Gubeng, aku harus nunggu beberapa saat karena keretanya masih belum datang (di Tiketku, jam kedatangan kereta yaitu 13.25 PM) tak beberapa lama, sampailah KA Sritanjung ke Jalur nomor 2. aku mau bagiin tips nih buat para Flashpackers/Backpackers : 

Tips #1 : Jika ingin berlibur ke luar kota namun masih dalam pulau yang sama, usahakan naik kereta ekonomi, memang tidak secepat pesawat/kereta executive, tapi ini bisa menghemat biaya kalo mau melakukan perjalanan hemat. oh iya, ussahakan juga booking tiket minimal 7 hari sebelum keberangkatan untuk jaga jaga kalo tiketnya banyak diburu orang... daripada ntar kita udah punya rencana liburan eehh..tiket KA nya habis. What a pity moment then.. :D

     Oke, sampai di dalam kereta dan mencari tempat duduk. Banyak cerita yang kualami disini. pertama adalah bau durian yang kucium sepanjang perjalanan, pikirku "baunya kok gak hilang hilang sih?" eehh ternyata yang bawa durian itu ibu ibu yang duduk persis di depan ku -_- agak pusing sih, haha.... trus yang kedua adalah pas aku liat ada beberapa orang yang bawa sejumlah koin buat diberikan ke pengamen, pengemis atau penyapu yang ada di kereta, wah baik benget nih orang.. kalo aku yang kebetulan ga bawa uang koin (dan cuma bawa uang pecahan besar) ga lucu dong kalo aku kasiin ke mereka dan bilang "uang kembalianya ada?" :D haha. budget ku bisa abis lah.. Disini juga kita bisa ketemu sama orang orang yang ramah, bisa chit chat bareng, ketawa bareng (padahal masi belum kenal). Ini nih keuntungan naik kereta ekonomi, bisa "menyatu" sama orang orang yang lain, kalo aku bilang, berbeda dengan orang orang di kereta yang "elite"

Tips #2 : Kalo lagi di kereta, usahakan deh sosialisasi sama orang orang sekitar, siapa tahu dapet teman yang emang satu tujuan buat travelling, kan enak kan tuh dapet temen baru :)

     Sesampainya di stasiun lempuyangan sekitar jam 07.40 Malam, aku langsung pergi ke penginapan naik ojek. penginapan hari pertama ini yaitu "Hotel Pantes" yang ada dibelakang Hotel Mutiara 1 di jalan Malioboro. kebetulan adas temen yang udah nge booking kamar ini, jadi aku tinggal tempati aja :) alhamdulillah makasih ya teman. oh ya.. tarif hotel ini sekitar 50.000 / Malam (paling Murah), dan fasilitasnya juga standar. Ada Kasur, Meja kerja, Kipas, Kaca, Dan Kamar madi luar yang bersih. recomended banget deh buat para flashpacker / backpacker.

     Sampai disini, aku dijemput temen yang ada di jogja, dia nawarin buat keliling jogja agar besok waktu travelling ga terlalu "buta" dengan jalan/lokasi wisata di jogja. kita menuju Tugu jogja buat foto foto, dan emang kalo malam hari suasana disana bagus banget. Lokasi lain yaitu  Jalan Sosrowijayan, Jalan Sosrokusuman, angkringan alun alun kidul dan masi banyak lagi. setibanya di hotel pukul 10.30 Malam, kita pamit dan mengakhiri perjalanan hari pertama ku

Di Tugu Yogya
Pengeluaran Hari Pertama :
Camilan Di Kereta (4.000), Tiket KA (30.000), Ojek (5.000), Parkir Motor (2.000)
TOTAL : Rp.41.000,-

Hari Kedua, Senin 16 Maret 2012

     Hari kedua ini adalah hari pertama Travelling ku bakal dimulai, setelah check out Dari Hotel Pantes sekitar jam 06.30, aku langsung jalan ke daerah Sosrowijayan. dari yang aku baca, Sosrowijayan adalah Kampung turis kedua terpopuler yang ada di jogja, yang membuat kampung ini terkenal yaitu banyaknya losmen/hotel yang sesuai di kantong backpackers, so banyak turis asing yang memilih bermalam di jalan/kampung ini. Setelah berjalan dan sampai di depan gang Sosrowijayan, aku disambut layaknya Artis Top. Banyak Ojek, Tukang Becak, dan orang yang menawari aku losmen. "ojek, mas?" "mas, becak mas? mau kemana?". "mas, cari losmen ya, ada yang murah disini, mas" dan masih banyak mas mas yang lain, haha.. aku sih cuek aja. coba cari losmen dulu aja, siapa tahu ada yang murah, kan..!

     Dan akhirnya aku dapet losmen yang harganya sama dengan hotel sebelumnya, 50.000 per malam (aku lupa nama losmen nya) yang pasti losmen ini terletak di gang 2 Sosrowijayan. Fasilitasnya jauh lebih standart dari Hotel Pantes. tapi ga masalah deh, aku ke jogja bukan buat pindah tidur kok :D hehe... (jadi curhat nih) Rencana Hari ini yaitu ke Stasiun Lempuyangan buat beli Tiket pulang, Tamansari, Benteng Vrederburg, Keraton, Mirota Batik dan terakhir Jalan Malioboro.

     Stasiun lempuyangan, aku naik Transjogja dari halte Malioboro, tapi harus jalan agak jauh lagi nih buat sampe ke stasiun nya. aku beli tiket KA Logawa seharga 36.000. dan langsung pergi ke Tamansari naik ojek (lagi) dengan tarif yang agak mahal, kalo aku bilang sih masih lumayan deket lah kalo jalan kaki. sesampainya disana, 1 Word "Spectacular". Arsitektur jaman kuno yang masih padat tertata disini, Gemericik air, dan pemandangan yang menakjubkan membuat Taman Sari sangat mempesona. Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak.

Tips #3 : Kalo ke tamansari / Ke tempat wisata bersejarah lainya, usahakan anda sudah tau latar belakang sejarah, atau seluk beluk tempat wisata nya, atau alternatif lain bisa menyewa jasa Guide (lebih mahal pastinya). kalo cuma pergi dan foto-foto saja rasanya gak lengkap. dan apalah artinya berwisata tanpa tau informasi tempat wisatanya, benar?

     "Mas mau pake guide ga?" tanya salah satu penjaga loket masuk tamansari . "Ndak pak, makasih" pikirku dengan menyewa guide bakal buat pengeluaran hari itu tambah banyak, jadi ya gak usah lah.. Tapi setelah berjalan beberapa langkah menelusuri indahnya bangunan tamansari, aku jadi berpikir "wah, kalo ga pake guide sayang nih, masa cuman ke sini tanpa tau sejarahnya" pikirku, dan tiba diba datang seorang guide berjalan di belakangku "mas, kayaknya lagi butuh guide yah? mari saya antar!" (ehh..tau dari mana aku butuh guide -_-) aneh banget. tapi dengan Rp.20.000 kita bisa dipandu ke berbagai lokasi di Tamansari ini (yang biasa disebut water castle). kita mulai dari kolam pemandian raja/ratu, dressroom, tempat meditasi, tempat spa, masjid bawah tanah, lorong bawah tanah, sampai WC juga loh :D . terakhir kita mampir ke toko souvenir khusus lukisan buat lihat lihat karya lukis (bisa dibeli juga sih), tapi mengingat harganya yang selangit, gak dulu deh ... :)

Di Taman Sari
     Atmosfer kerajaan disini masih sangat terasa. ada sebuah bangunan dengan arsitektur asia tengah. Kalo kita berfoto di depanya, seolah-olah bukan di Jogja. beruntungdeh aku pernah mengunjungi tamansari ini, what a precious moment for me.. Selesai menikmati keindahan Tamansari, kulanjutkan perjalanan berikutnya ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (atau biasa disebut "Keraton" saja) naik becak dengan harga 5.000. Sebelumnya terjadi tawar menawar yang panjang antara saya dengan pak becak, dia mintanya 15.000 AHH mahal banget.. akhirnya aku pake trik ampuh nih...

Tips #4 : TRIK Menawar becak - saat terjadi perbedaan harga yang jauh dari bayangan anda, tawarlah harga becak sesuai budget, kalo tukang becak tadi tetep ga mau (atau menurunkan harga sedikit aja), langsung pergi aja, biasanya tukang becak itu terus ngikutin, bilang aja "Gak pak, saya punya nya cuma Rp.5000,-" dan mostly,  dia bakal nurut dengan patokan harga kita :D

     Oke kita lanjut ke Keraton, setelah beli tiket masuk di Tepas Pariwisata seharga Rp.3000 + Rp.1000 untuk Perijinan membawa kamera, kebetulan hari itu diadakan pertunjukan gamelan oleh penduduk setempat, seni gamelan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dan ini adalah tipe liburan gue banget :D haha, bisa lihat kesenian daerah secara langsung benar benar menarik. sayangnya, kursi penonton di acara gamelan ini cenderung sepi, mostly hanya ada segelintir orang indonesia yang meluangkan waktu untuk duduk dan melihat kesenian gamelan ini, sisanya adalah bule bule dan orang asli keraton itu sendiri, wah..saya jadi prihatin, kesenian kita apa sudah tidak diminati orang lokal lagi ya? -_- nevermind but for me, this was impressive atractions.. sampai kapanpun aku akan terus mencintai kesenian lokal Indonesia :)

     Masuk lebih dalam ke Keraton, kita bakal nemuin berbagai benda peninggalan sejarah dari Sultan Hamengkubuwono VIII - IX, mulai dari pakaian, penghargaan, foto & Lukisan, perabot dan masih banyak lagi. di salah satu bagian bangunan, arsitektur nya SUMPAH BAGUS BANGET, bisa liat sendiri deh kalo ke Keraton Jogja..


Di Keraton Ngayogyakarta - Arsitektur Keraton
     Puas menikmati indahnya wisata sejarah Di Keraton Ngayogyakarta, perjalanan selanjutnya adalah menuju Ke Benteng Vrederburg, di tengah jalan, aku dihadang oleh Tukang Becak (lagi) dan menawarkan perjalanan keliling kota dengan harga 10.000 rupiah. pikirku "Loh, kok murah banget". Akhirnya terjadilah dialog panjang dengan Pak Becak ini, dan Kesepakatan kita adalah : 1. Vrederburg 2. Pasar Beringharjo 3. Malioboro 4. Sosrowijayan (kembali ke Losmen).oke deh kita berangkat.... TAPI ada kejadian aneh yang belum pernah aku temui sebelumnya, saat setengah jalan, Becak ini mampir ke salah satu toko batik dan menyuruh ku turun dan masuk kedalam untuk beli batik..Tentu saja aku ga mau dong, toh ini bukan jadwal buat belanja. tapi dia tetep ngotot maksa aku buat masuk, yasudah deh daripada merusak hubungan, aku masuk dan melihat koleksi batiknya.. MAHAL dan Bahanya Ga terlalu bagus. lalu aku keluar... dan tukang becaknya Agak marah dan maksa aku buat beli batik nya... (wah ada apa ini?) jadi aku beli batik seharga Rp.50.000 (wah rugi nih...) setelah itu baru kita lanjut jalan.. 

Tips #5 : Jika ada Tukang becak yang menwarkan jasa keliling kota dengan harga murah, usahakan lebih selektif, Perjelas tujuan anda, dan jika Tukang becak menawarkan tempat tempat yang tidak ada dalam rencana, mending ditolak aja.. ditolak nya juga dengan sikap yang TEGAS loh... daripada nanti mengalami kejadian yang sama kayak aku, bisa rugi nih..

     Selesai "membakar uang", perjalanan lanjut ke Benteng Vrederburg. becaknya BERAKHIR DISINI (tuh kan -_-). it is okay lah, aku berjalan sampai gerbang Vrederburg. Tapi sayang, setiap senin benteng Ini tutup, jadi ga bisa masuk kedalam deh, cuma bisa foto didepan gerbang aja.. padahal udah insist banget mau masuk.

Benteng Vrederburg
     Akhirnya aku berjalan hingga Pasar Beringharjo, dari yang aku baca, barang barang disini bagus dan murah murah. Dan ternyata beneran, beraneka motif batik dan kerajinan Khas Jogja mulai baju, tas, ukiran kayu, makanan tradisional dll terpajang di setiap kios. Gile.........bagus bagus nih batiknya, aku jadi ga kuat menahan "godaan" buat beli batik, dan jadilah budgetku yang banyak terkuras (soalnya aku beli banyak sih). tapi tak apalah, itung itung buat Oleh Oleh, hehe....
 
      Puas "Memborong" batik di Beringharjo, saatnya aku kembali ke losmen di Sosrowijayan, habisnya capeekkk banget nih kaki... trus dimana nih Sosrowijayan nya? dan ternyata saya harus berjalan jauh, menyusuri jalan malioboro dari pojok untuk sampai ke Sosrowijayan -_- dan itu bener bener jauh. kaki yang sudah capek dilumpuhkan lagi dengan jarak dan sinar matahari. untung aja masih ada toko toko/angkringan, jadi bisa mampir buat sekedar minum atau lihat lihat batik.. dan tak terasa (apaan, terasa banget... -_-) Aku udah sampai di gang Sosrowijayan dan balik ke Losmen buat Istirahat sejenak.

Tips #6 : Dari Beringharjo ke Sosrowijayan bisa saja Naik Trans-Jogja (Rp.3.000,-), sayangnya tidak terpikirkan olehku ..

     Puas istirahatnya? sebenarnya masi capek, tapi harus tetep jalannn !!. Matahari sudah mau tenggelam, kulihat orang orang di Malioboro mulai mengeluarkan barang barang untuk bersiap siap menjual daganganya. Malioboro memang menjadi Icon pariwisata Kota Jogja selain Tugu Jogja, disini kita bisa menemuiratusan toko/kios yang menawarkan pakaian batik/kerajinan, ada juga Delman, Pengamen (lagu dan musiknya enak banget didengar), serta banyak angkringan disini. Aku masuki atu persatu toko oleh oleh di malioboro untuk mendapat souvenir buat teman / keluarga di Surabaya. Memang beneran murah sih, tapi kalo langsung tergoda untuk beli tanpa membandingkan dulu dengan kios yang lain, jangan menyesal deh kalo nanti ketemu harga yang lebih murah... :D ini terjadi pada ku berulang kali.. :D

Kios Sepanjang Jalan Malioboro - Angkringan
     Tak terasa berbagai barang sudah kubeli, dan tak sadar aku sampai di depan Pasar beringharjo lagi (kali ini tidak terasa capeknya... Mungkin karena terlalu senang melihat lihat souvenir). Dan sampailah aku di Mirota Batik (Pusat Batik & Kerajinan Murah di Malioboro) toko ini besar banget, ada 2 lantai. Lantai pertama Untuk Pakaian, yang kedua khusus untuk kerajinan. Disini kita juga bisa melihat juga proses pembuatan batik yang dilakukan oleh seorang ibu di salah satu sudut toko... wah it was truly amazed me btw... Selesai berbelanja ria di Jalan Malioboro, jam sudah menunjukkan pukul 10.30 dan aku harus segera istirahat buat perjalanan jauh esok hari, Big thanks for Tamansari, Keraton, Vrederburg, Malioboro, And Mirota which had impressed me with their beauty and their kindness... im never forget such a moments like theese..

Pengeluaran Hari Ke-2 :
1. Hotel : Bayar Hotel (Rp.50.000), Transjogja (Rp.3.000)
2. Lempuyangan : Tiket KA (Rp.36.000), Ojek ke Tamansari (Rp.10.000)
3. Tamansari : Tiket Masuk (Rp.6.000), Sumbangan (Rp.2.000), Guide (Rp.20.000), Minum (Rp.4.000), Becak ke Keraton (Rp.5.000)
4. Keraton : Tiket Masuk (Rp.4.000), Becak Keliling kota (Rp.10.000)
5. Toko Batik (Hasil Ditipu) : Batik (Rp.50.000) 
6. Beringharjo : Batik (Rp.90.000 - 3 Stel), Minum (Rp.2.000) 
7. Malioboro : Gantungan Kunci (Rp.11.000), Asbak (Rp.10.000), Dompet (Rp.11.500), Aksesoris (Rp.9.500), Makan Malam (Rp.17.000) 
TOTAL : Rp. 351.000,-

Hari Ketiga, Selasa 17 Maret 2012

     Perjalanan hari ke-3 dimulai, setelah check out dari losmen sebelumnya, aku dapat bantuan dari teman (dari komunitas backpacker). dia bersedia meminjamkan kamar kos nya untuk aku bermalam selama 1 malam (wah makasih banget ya, jadi ga perlu bayar hotel lagi :D) Rencana wisata hari ini yaitu kita bakal pergi ke Candi Prambanan terus ke Candi Borobudur. kalo dilihat dari jaraknya, jarak kedua candi ini memang sangat jauh. untuk sampai ke prambanan, kita harus naik transJogja sebanyak 3 kali (transit) dan masih harus jalan jauh ke loket masuknya, beruntung disana sudah ada jasa becak/ojek, dengan Rp.7.000 rupiah kita udah bisa mencapai Prambanan tanpa jalan jauh deh...
 
     Oke, terus sampai di tiket masuk, kita agak kaget lihat kenaikan tiket yang jauh dibandingkan apa yang aku pernah baca di internet. Yang aku baca tuh tiketnya Rp23.000 (Rp30.000 kalo mau satu paket sama tour ke Candi Ratu Boko). tapi realitanya Rp.30.000 hanya tiket borobudur aja... wah mungkin yang aku baca udah taun lalu yah -_-, tapi masa karena naik 6.000 aja trus ga jadi masuk, pasti jadi dong.. Prambanan nih adalah salah satu icon pariwisata kota jogja. siapapun yang pernah ke jogja pasti pernah juga ke prambanan (atau ga ada waktu).. sampai di dalam bener bener... (sulit  jelasin nya, bagus bener).. tempat yang biasanya kita lihat di TV / internet sekarang terpajang jelas di depan mata, Candi Prambanan - Candi Hindu Tercantik Di Dunia, itulah julukan yng sering diberikan orang buat nih Candi. Ada 5 Candi terbesar disini, Siwa, Wisnu, dan Brahma. Yang paling besar adalah Candi Shiva (Siwa), sayangnya....candi siwa ini udah ga boleh dimasuki lagi, karena gempa yg terjadi tahun 2006. tapi masih ada beberapa candi lainya kok yang bisa dimasuki...

     Beberapa turis asing terlihat berlalu lalang buat lihat keindahan Prambanan, ada yang took a photo, or just took a walk. wah tambah bangga aku dengan pariwisata di Indonesia, sayangnya beberapa fasilitas umum seperti tempat istirahat masih kurang banget... alhasil kalo cuaca lagi panas kita harus "berbagi neduh" sama pengunjung satu candi, hehe bisa kumpul sama orang orang luar dari berbagai negara nih, rasanya asik, cuma tujuanku kan bukan itu... :)

Keindahan Candi Prambanan - Kami Di Candi Prambanan
     Setelah melewati kompleks Candi Prambanan, kita lanjutkan perjalanan ke Candi Sewu, lokasinya kurang lebih 800 meter dari Prambanan, 800 Meter? jauh atau dekat tuh? kalo aku sih lumayan jauh, soalnya itu kan pas siang hari, ga bawa minum, dan tempat buat neduh juga saling berjauhan. Tapi di sepanjang perlajalan, kita bisa menemukan juga kompleks candi lainya, seperti Candi Lumbung, dan Candi Bubrah.. barulah kita sampai di Candi Sewu. Candi ini tuh candi Budha terbesar ke-2 setelah Borobudur. Percaya ato gak, Ada legenda tentang Roro Jongrang (konon Roro jongrang dikutuk jadi candi ke-1000) yang melatar belakangi pembangunan candi ini. bener bener candi yang megah loh (bayangkan, dahulu ada 1000 candi di sini) tapi sekarang sudah banyak yang runtuh/hilang/aus. Mungkin karena Gempa, pencurian artefak atau lainya.. Kita sebagai masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam melindungi cagar budaya Candi ini dong pastinya... jangan sampai warisan leluhur kita nih lenyap dimakan jaman.

Tips #7 : Dari Prambanan ke Candi Sewu, bisa naik mini van / kereta yang disediakan di Sekitar prambanan. sekalian untuk ikutan trip ke Candi Ratu Boko. kalo harganya sih baelum tau, yang jelas bisa menghemat energi daripada harus jalan jauh (bagi yang walking haters) :)
     Wah, puas deh menikmati keindahan Kompleks Candi-Candi yang udah diakui sama UNESCO ini. sebenernya pas malam hari nih, disini (Prambanan) diadakan sendratari Ramayana (Sendratari dengan tata cahaya lampu klasik dengan Background Prambanan, bagus banget). tapi ya karena malam hari dan tiket nya mahal banget, sekitar 200 ribuan keatas... mending ke borobudur aja :D

Tips #8 : Dari Halte Trans-Jogja Prambanan ke loket masuk Candi Prambanan, sebaiknya jalan kaki aja, gak terlalu jauh (kecuali waktu nya mepet), daripada harus naik becak Rp.5.000-10.000. 

     Dari prambanan, kita harus naik Bis Trans-Jogja menuju ke stasiun Jombor, terus nanti di Jombor kita Naik Bis jurusan Borobudur, tarifnya murah, hanya sekitar 10.000 saja kita sudah sampai di kompleks Candi, eh sebenernya masih jauh sih, bisa ditempuh sama Ojek/Becak/atau jalan kaki bagi yang mampu :D. sampai disini, dengan tiket Rp.30.000 kita sudah bisa masuk Ke candi borobudur. Candi ini terletak di Sleman, Jawa tengah loh, jadi kita udah keluar dari Provinsi D.I Yogyakarya (wow). Dan Ahhhh rasanya mau lari cepet cepat buat pegang stupa nya (prohibited, do not try this, haha), namun di tengah perjalanan, kita masih harus memakai kain batik yang dipinjamkan dengan gratis, "soalnya ini kompleks candi suci, semua pakaian harus tertutup" kata salah seorang tour Guide. dan kembali lagi, ada tawaran jasa Guide.. "Wah, sudah mas, terimakasih" kataku. sudah cukup deh pake jasa Guide di Tamansari aja. lagipula aku udah tau sejarah Borobudur kok..

     Satu demi satu tangga mulai kudaki, hamparan Candi Borobudur terlihat selas dan semakin jelas. setiap tingkat di sini mempunyai tema arsitektur yang berbeda. pada tingkat paling atas, terdapat banyak stupa stupa yang didalam nya berisikan patung Buddha, konon jika kita menyemtuh patung di dalam stupa, kita bakal dapat keberuntungan.. well believe it or not. sayangnya, disini aku cuma sendiri dan ga ada yang bisa fotoin aku, jadilah batu batu penyangga yang aku jadikan spot buat foto (dengan timer), jadi kesan nya foto fotoan sendirian, haha... sampai pernah aku diliatin orang luar and they said "what are you doing?". cuek aja ah... kan Flashpacker (apa hubunganya ya -_-).


Candi Borobudur - Take A Photo In Borobudur :D
     Aku sampai di Borobudur sekitar jam 15.30 Sore, dan Candi ini bakal tutup jam 17.00, jadi aku pikir masih ada 1 setengah jam buat berpetualang mengelilingi arca arca disini, EHH ternyata jam empat lebih sedikit HUJAN DERAS.. -_- gila, masak pergi ke ke candi budha terbesar di dunia ini cuma habis waktu setengah jam? wah mungkin belum rejeki kali ya, haha... saat hujan deras, aku neduh di bangunan pusat informasi bersama pengunjung lainya, jadilah tempat ini buat surganya para pedagang. walaupun barang barangnya ga terlalu bagus, tapi strategi mereka buat mempromosikan barangnya tuh jitu banget, alhasil aku mulai terlena membeli barang yang ga terlalu penting ini (padahal di Malioboro jelas lebih murah). tapi walau bagaimanapun, tujuan pedagang kan mencari nafkah buat anak istri atau dirinya sendiri, jadi yah ini mungkin usaha mereka buat memanfaatkan keadaan, saya salut dengan kalian.

     Balik ke topik awal, akhirnya aku menyewa payung (Rp.5.000) buat jalan ke depan pintu masuk Borobudur, dan aku sempat tersesat di tengah tengah puluhan kios dan ga tau dimana pintu keluarnya (sambil belanja juga, hehe). sampai di pintu keluar, langsung kucari ojek buat mengantar aku ke Terminal Jombor dan balik Ke Jogja. that was the other amazing experience, my first backpacking time in 2nd day was sucsesfully done.. 


     Sampai di Jombor, langung naik Trans-Jogja ke Malioboro (lagi), memang gak ada habis habisnya nih Malioboro. gatau kenapa selalu pengen ke sini bawaanya. I missed the lady who draw batik in the Mirota. Dan aku langsung ke Mirota batik lagi, tujuanya simple..Melihat Ibu ibu yang menggambar batik kemarin, jadi ga beli apa apa, haha. entah kenapa, pengajin batik punya aura tersendiri, cara dia meniup malam di dalam canting, cara menggambarnya dan cara cara yang lainya. betah deh lama lama disini (1,5 Jam). Dan pengrajin batik seperti Ibu ini sudah selayaknya diukung penuh lah sama pemerintah, biar batik juga bisa lestari gitu... dan ini yang terakhir kalinya aku mengunjungi Malioboro karena esok hari aku kan pergi jauh (mau kemana?) entar dulu deh aku ceritain... dan setelah puas refreshing mata di Malioboro, ku sms teman yang tadi meminjamkan tempat kos nya untuk menjemput ku di Malioboro, Bro Jefry (jadi ngerepotin dia, haha). Kita sampai di tempat kos lalu beristirahat. 

Pengeluaran Hari Ke-3 :
1. Prambanan : Trans-Jogja (Rp.3.000), Becak (Rp.7.000), Tiket Masuk (Rp.30.000), Minum (Rp.3.000), Makan (Rp.11.000), Trans-Jogja ke Jombor (Rp.3.000).
2. Borobudur : Becak (Rp.5.000), Tiket Masuk (Rp.30.000), Payung (Rp.5.000), Souvenir (Rp.5.000), Bis ke Jombor (Rp.10.000), Trans-Jogja Malioboro (Rp.3.000)
3. Malioboro : Martabak (Rp.12.000), Baju Batik (Rp.20.000)

TOTAL : Rp.147.000,-

Hari Keempat, Rabu 18 Maret 2012

     Hari keempat, hari Pantai..kenapa nih kok hari pantai? karena sepanjang hari kita bakal menghabiskan waktu di Pantai. sekitar jam Setengah 9, aku pamit dengan Bro Jefri, dan melanjutkan perjalanan naik Trans-Jogja ke Terminal Giwangan. dan sialnya, karena budget ku sudah habis, aku lupa ambil uang di ATM, jadi deh aku balik lagi ke Halte dengan ATM Center terdekat. "Mbak, saya keluar sebentar ya, Aku mau ambil uang di sana (Sambil Menunjuk ATM Center)"Kata ku. "Oh silahkan..!" Padahal sebenarnya kalo kita turun dari halte Trans-Jogja dan naik lagi bakal dikenakan biaya tiket lagi, tapi untung aja yang menjaga halte baik hati ^_^. Setelah pergi ke ATM Center, aku kembali ke Terminal Giwangan dengan Trans-Jogja. Disini, sambil menunggu bis berangkat, Aku dapat tawaran dari Tukang Ojek untuk naik ojek ke Parangtritis. Selain Lebih cepat, juga tidak perlu menunggu lama untuk Bis. "Harga berapa pak?" tanyaku. "RP.45.000 Dek" Gile mahal bener, ga salah sih soalnya jaraknya emang jauh banget, tapi mending naik bis aja deh, jauh lebih murah. Walaupun lama kan juga bisa dibuat tidur, hehe :D

Tips #9 : Usahakan Naik Bis Daripada Ojek Jika ke Parangtritis, lebih murah. 

     Sesampainya di Parangtritis (lupa jam berapa?), kulihat banyak penginapan bertuliskan "Disini Sedia Kamar Mandi" terpajang. dalam hati berfikir "ya iyalah penginapan kalo ga ada kamar mandinya ga rame -_-" ngapain coba harus pake tulisan sedia kamar mandi segala, oh itu ternyata kamar mandi tempat bilas, kan banyak pengunjung dari pantai tuh, sebelum pulang kan pastinya harus mandi air tawar dulu, itu tuh fungsi nya... baru tau nih. Aku terus berjalan ke arah pantai dan.. oh, Indahnya Pantai Parangtritis nih, deburan ombak saling berkejaran satu sama lain, ditambah Bukit Parangndog yang kokoh berdiri di sebelah Timur pantai.. aku terus berjalan ke arah timur buat menemukan lokasi yang sepi (jadi kayak punya pantai pribadi gitu). and directly I took of my shirt and jeans and went to the sea !!.  

Di Pantai Parangtritis
     Dari masyarakat setempat memang ada himbauan untuk ga coba coba buat berenang di Pantai ini, selain Arusnya yang kuat, Parangtritis dipercaya sebagai bagian dari daerah kerajaan milik Nyi Roro Kidul, Penjaga Pantai Selatan. boleh percaya boleh enggak, yang pasti sudah beberapa korban yang tewas terseret arus balik ombak Parangtritis.

Tips #10 : Jangan Sekali sekali berenang, atau bahkan berselancar dengan jarak yang jauh dari bibir pantai Parangtritis, terlepas dari Mitos Nyi Roro Kidul, Arus balik ombak disini memang sangat kuat. Mungkin boleh saja berenang selama di depan anda masih ada pengunjung yang lain, jadi lebih aman. Namun overall, merasakan sapuan ombak kecil di tepi pantai saja sudah menjadi hal yang menyenangkan :) 

     Sepi....... banget. mungkin karena masih siang ya, jadi belum banyak wisatawan yang datang. akupun berteduh dibawah batu karang besar dan menghabiskan beberapa waktu buat lihat keindahan ombak nya. dan selanjutnya ada seorang penjual makanan yang menghampiriku, dia menawarkan kue basah dengan harga yang hmm, lumayan murah sih."Dik, mau beli kue ini, ada bakpao, lumpia blablabla" Ocehan nya membuat aku terlintas ide agak jahil sih, berpura pura jadi bule :D haha... "How much does it cost?" Tanyaku. seketika dia diam membisu, karena ga paham bahasa inggris.. akhirnya terjadilah komunikasi dengan bahasa tubuh antara aku dengan penjual nya :D seru atau jahil ya? I just feel comfortable aja sih... selesai membeli, dia berlalu meninggalkan aku (sendirian lagi -_-).

Tips #11 : Kalo mau neduh, jangan berteduh di gubuk gubuk kecil yang ada di bibir pantai, anda bakal disuruh bayar harga sewa (atau beli minuman mahal). saran saya kalo mau berteduh, mending berteduh di batu karang yang ada di belakang nya. Gratis

     Ketika itu, jam udah menunjukkan pukul 2 Siang, aku masih berfikir dimana aku bakal menginap. tidur dipantai atau menyewa kamar dengan kondisi uang yang semakin menipis ini.dan kuputuskan buat menyewa kamar, daripada harus tidur dipantai dan masuk angin.... Sepanjang perjalanan kembali ke pintu masuk pantai, teriknya matahari memperlambatlangkahku, dan harus membuatku meneduh lagi..dan aku lihat banyak bangunan (seperti gubuk) kecil berdiri di tepi pantai, neduh disana aja ah.... tak lama kemudian, ada seorang ibu ibu menghampiriki dan berkata kalo ini gubuknya harus bayar harga sewa Rp.5.000, kalo ga mau bayar, harus pesen minuman (Rp.6.000), dengan lugu aku menjawab "Im sorry, I don't catch that". Si ibu mulai bingung bagaimana jelasin kalimat tadi ke bahasa ingrris. terjadilah komunikasi bahasa tubuh lagi, kumaklumi saja, toh aku juga udah paham dari awal.

     "Mau pesen apa, mas? Degan?" Tanya nya. "Degan? what is that?" jawabku. dia mulai memperagakan bahasa tubuhnya "Coco..nu nut nut" jawabnya.... hahaha aduh aku harus menahan tawa nih. Si ibu Gokil banget :D. "okay I pick 1 Degan"... Selang beberapa menit, datanglah es degan.. menikmati keindahan pantai dengan segelas Degan asli Parangtritis..rasanya segar.

     Setelah hari ga terlalu panas, aku mulai mencari penginapan, yang kutemukan adalah yang Harganya Rp.30.000/malam, ga tau mungkin ada yang lebih murah ya.. Selepas itu aku langsung berenang lagi ke Parangtritis sambil menunggu sunset tiba, sekarang pengunjungnya banyak banget, aku jadi merasa comfort walau berenang agak menjauhi bibir pantai.  Airnya asin (ya iyalah -_-) dan ombaknya mostly besar-besar jadi agak hati hati yah kalo berenang.

     Sunset telah tiba. Sayangnya, matahari nya ketutup sama awan, so I didn't get the sunset moment then. Hari mulai gelap, disekeliling pantai banyak yang berjualan jagung bakar dan minuman jahe. disini aku membeli jagung bakar sambil menikmati Parangtritis malam hari (emang bisa ya?). kemudian Lanjut makan malam dan Istirahat (besok harus lihat sunrise nih !!)

Pengeluaran Hari Ke-4
Giwangan : Trans-Jogja 2X (Rp.6.000), Bis (Rp.10.000)
Parangtritis : Kue Basah (Rp.4.000), Minuman (Rp.6.000), Penginapan, (Rp.30.000), Jagung Bakar (Rp.5.000) Makan Malam (Rp.8.000)
TOTAL : Rp. 69.000,- 

Hari Kelima, Kamis 19 Maret 2012

     Rencana mau lihat sunrise, eh malah ketiduran. padahal ini hari terakhir aku nih...yasudah deh berarti aku harus segera cepet cepat berkemas and naik bis kembali ke kota Jogja, karena Kereta bakalan berangkat jam 09.15. Bye Parangtritis, I never forget your wave sound and its beauty as well... Mungkin aku bakal kesini lagi lain waktu :D. Sesampainya di terminal, aku langsung naik Bis kembali ke terminal Giwangan, lanjut naik Trans-Jogja ke Lempuyangan, di perjalanan ke lempuyangan aku dapet temen baru nih, dia dari Pasuruan, dan bakal naik kereta yang sama pula.. Kenapa ketemu nya pas hari terakhir ya :(. kan kalo dari hari pertama bisa bareng kemana-mana.... haha yasudah itu lah pengalaman Solo-Flashpacking. sampai di Lempuyangan, kita harus menunggu sekitar 1 jam buat nunggu kereta Logawa.

     Dan setelah Kereta Logawa datang, aku bergegas masuk dan menunggu selama 6-7 Jam untuk Kembali Ke Surabaya.  Di dalam kereta aku bercakap cakap dengan seorang penumpang, aku bercerita tantang pengalamanku selama di Jogja, memperlihatkan foto fotoku dan masih banyak lagi, makasih ya semuanya :D..

Pengeluaran Hari Ke-5
Jogja : Bis Ke Giwangan (Rp.10.000), Trans-Jogja(Rp.3.000), Sarapan (Rp.8.000), Camilan Di Kereta (Rp.1.000)
Surabaya : Angkot 2X (Rp.5.000)
TOTAL : Rp. 27.000,-

Wow, bener bener pengalaman yang memorable banget. ga rugi deh ke Jogja. by the way, ayo kita liat berapa Budget yang habis dalam trip ke Jogja kali ini :

O Pengeluaran Hari Ke-1 : Rp.41.000,-
O Pengeluaran Hari Ke-2 : Rp.351.000,-
O Pengeluaran Hari Ke-3 : Rp.147.000,-
O Pengeluaran Hari Ke-4 : Rp.69.000,-
O Pengeluaran Hari Ke-5 : Rp.27.000,- 
____________________________
TOTAL TRIP 5 HARI :  Rp. 635.000,-

     Gimana? agak mahal ya, haha iya nih padahal target ku hanya Rp350.000 aja, yang banyak menguras kantong tuh di bagian oleh olehnya. dan maklum karena ini masih pengalaman pertama ku Flashpacking ke kota orang ya jadi belum tau terlalu banyak lah tentang tips tips travelling yang murah, tips di atas sekedar berbagi info aja yang aku alami selama disana. well finally.. terimakasih banyak buat Bro Medi, yang udah bookingin aku penginapan, Bro Jefry yang udah minjemin kos nya buat aku nginep, and juga Bro Rohman yang jadi Inspirasi aku buat Travelling ke jogja. makasih yang sudah baca cerita aku, tunggu posting travelling selanjutnya yah. Bakal kemana lagi nih? haha

Stay Tune :D